Di Balik Menyusutnya Sawah Ponorogo, Petani Dihadapkan Pilihan Sulit

PONOROGO – Hamparan sawah yang selama puluhan tahun menjadi penyangga pangan di sejumlah wilayah Ponorogo perlahan mulai berubah wajah. Sebagian lahan kini beralih menjadi kawasan permukiman, pertokoan, hingga gudang usaha. Perubahan itu membawa konsekuensi yang tidak sederhana bagi para petani.

Dalam beberapa tahun terakhir, petani mengaku semakin sulit mempertahankan lahan. Nilai jual tanah yang tinggi membuat sebagian pemilik memilih menjual sawah mereka. Di sisi lain, generasi muda dinilai semakin sedikit yang tertarik meneruskan pekerjaan sebagai petani.

Pengamat pertanian menilai fenomena tersebut perlu diantisipasi melalui perlindungan lahan pertanian produktif dan peningkatan kesejahteraan petani. Jika tidak, produktivitas pangan daerah berpotensi menurun dalam jangka panjang.

Pemerintah daerah disebut perlu menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Scroll to Top